
Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2026 di Gesibu Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Sabtu malam (7/11/2026).
Banyuwangi, InfoPublik – Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2026 menampilkan puluhan busana hasil kreativitas 16 pembatik lokal dalam perhelatan yang digelar di Gesibu Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Sabtu malam (7/11/2026).
Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-14 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melestarikan batik daerah sekaligus memperkuat industri kreatif berbasis budaya lokal. Tahun ini, penyelenggaraan BBF mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BBF 2026 mengangkat motif Sabuk Mangir Latar Ukel yang memadukan garis tegas Sabuk Mangir dengan liukan lembut Latar Ukel. Motif tersebut merepresentasikan keseimbangan nilai kehidupan, perlindungan, dan keanggunan budaya masyarakat Using.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan BBF tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga sarana menjaga keberlanjutan warisan batik agar terus dikenal dan berkembang.
“Melalui festival ini, kita ingin motif-motif batik Banyuwangi terus dikenal, diwariskan, dan dikembangkan. Batik bukan hanya warisan budaya yang harus kita jaga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat,” kata Ipuk dalam sambutannya secara daring.
Menurut Ipuk, pelestarian batik perlu berjalan seiring dengan penguatan industri dan pemasaran produk perajin.
Pemkab Banyuwangi terus mendorong penggunaan batik lokal di lingkungan sekolah dan instansi, memperkenalkan batik melalui pendidikan, serta membuka ruang promosi bagi pelaku usaha batik.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber