/data/photo/2026/09/18/6aac8d3b92573.jpeg)
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa biro travel Anissa Ahmada Travel Indo di Jombang, Jawa Timur, sudah sangat merugikan jemaah.
Kemenhaj kini resmi menutup akses pendaftaran Anissa Ahmada Travel Indo pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).
“Ini tentu sangat merugikan jemaah. Kami sudah meminta jajaran untuk mengusut lebih dalam tentang travel Anissa Ahmada ini,” ujar Irfan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (19/9/2026).
Irfan telah melakukan sidak setelah mengetahui persoalan pemberangkatan dan kepulangan jemaah umrah, termasuk sekitar 200 calon jemaah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang.
Sebagian jemaah mengalami penundaan keberangkatan dan kendala tiket kepulangan hingga harus menggunakan biaya sendiri.
“Dengan asumsi rata-rata setoran Rp 30 juta, nilai dana yang perlu dipertanggungjawabkan diperkirakan mencapai Rp 120 miliar,” kata Irfan.
“Kami berusaha keras agar dana umat yang sudah diserahkan kepada travel bisa dikembalikan. Walaupun demikian, proses hukum tetap berjalan,” kata Irfan.
Pemerintah sendiri sedang mengkaji mekanisme pengawasan dana calon jemaah umrah agar dapat memberikan kepastian perlindungan apabila keberangkatan tidak terlaksana.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber