Kota Malang, blok-a.com – Kawasan Bareng di Kota Malang telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Berdasarkan peta tahun 1882, Bareng masih berupa desa yang berada di pinggir barat pemukiman Kota Malang yang dikelola pemerintah kolonial Belanda.

Sejarawan Malang, Agung H Buana mengatakan, pada masa itu wilayah pemukiman Kota Malang yang dikelola Belanda berakhir di kawasan Kauman. Sementara Bareng masih didominasi lahan persawahan dengan sejumlah pemukiman.

“Di peta tahun 1882 itu nama Bareng itu masih berupa desa. Di mana dulu Bareng ini adalah pinggir barat pemukiman kota. Karena pemukiman kota yang dikelola oleh Belanda itu batas akhirnya ada di Kauman,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Perkembangan kawasan Bareng kemudian terlihat dalam peta tahun 1923. Saat itu, wilayah Bareng terbagi menjadi dua bagian, yakni Bareng Tengah dan Bareng Wetan.

“Pada peta tahun 1923 itu Bareng terbagi jadi dua. Jadi Bareng Tengah, kemudian Bareng Wetan,” katanya.

Pembagian tersebut, lanjut Agung, kembali berubah pada peta tahun 1946. Bareng Wetan sudah tidak tercatat, sementara wilayah Bareng terbagi menjadi Bareng dan Bareng Tengah. Bareng mencakup kawasan yang kini berada di sekitar Jalan Buah-buahan dan Taman Gayam, sedangkan Bareng Tengah meliputi area Pasar Bareng, Bareng Tenes, hingga Jalan Kelud.

Selain perkembangan wilayahnya, nama Bareng juga memiliki dua versi asal-usul. Menurut Agung, versi pertama berkaitan dengan tanaman wareng yang dahulu banyak tumbuh di kawasan tersebut.

“Versi pertama itu Bareng itu berasal dari nama tanaman. Tanaman tersebut bernama Wareng. Kan biasanya kalau orang Jawa itu konsonan B sering tertukar dengan W, maka orang lokal sekitar sana melafalkan tanaman wareng jadi bareng,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *