Banyuwangi: Bau garam laut yang bertiup dari Selat Bali menyambut setiap derak roda besi yang berhenti di Stasiun Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Lebih dari sekadar tempat naik dan turun penumpang, stasiun yang berdiri anggun di ujung paling timur Pulau Jawa ini menyimpan jejak sejarah sepanjang lebih dari satu abad, menemani geliat mobilitas masyarakat dari zaman ke zaman.

Kini, stasiun historis tersebut makin menunjukkan taringnya sebagai urat nadi transportasi utama menuju Pulau Dewata. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Ketapang mencatat 553.202 aktivitas penumpang naik dan turun. Angka ini melonjak 8,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 509.862 aktivitas.
 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *