
Malang: Influenza A subtipe H3N2 menjadi jenis influenza yang paling banyak ditemukan di Kota Malang, Jawa Timur, sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit saluran pernapasan tersebut.
Data Dinkes Kota Malang mencatat terdapat 20 kasus influenza yang terdeteksi selama periode Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah itu, 12 kasus merupakan H3N2, tujuh kasus H1N1, dan satu kasus influenza tipe B Victoria.
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan H3N2 menjadi subtipe yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, keluhan yang muncul pada pasien dengan infeksi H3N2 dapat lebih berat dibandingkan influenza lainnya.
“Yang harus diwaspadai memang H3N2, karena itu yang kita sebut sebagai ‘super flu’. Karena keluhannya itu lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan tipe lainnya,” kata Husnul, Senin, 21 September 2026.
Husnul menjelaskan influenza termasuk dalam spektrum Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gangguan tersebut mencakup sejumlah kondisi, mulai dari keluhan pernapasan ringan, Influenza-Like Illness (ILI), hingga pneumonia.
Menurut dia, faktor yang memicu ISPA cukup beragam. Paparan polutan seperti debu dan asap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi saluran pernapasan.
“ISPA penyebabnya banyak, ada debu, ada asap. Kemudian juga pengaruh-pengaruh yang lain. Debu itu bisa di dalam rumah, bisa di luar rumah. Asap bisa asap kendaraan bermotor, bisa juga asap pembakaran,” jelas Husnul.
Kondisi setiap orang turut memengaruhi tingkat keparahan infeksi. Gejala influenza H3N2 pada tahap awal dapat menyerupai flu pada umumnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber