BLITAR-KEMPALAN: Di arena bela diri, kemenangan tidak pernah datang dengan suara yang lembut. Ia lahir dari benturan, napas yang tersengal, tubuh yang dipaksa bertahan, dan keberanian untuk tetap berdiri ketika tenaga mulai menipis.

Pada Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur 2026, pasukan dengan semboyan “Satu Team, Satu Tujuan, Sidoarjo Lebih Berprestasi” mencatat 29 medali, terdiri atas 12 emas, 12 perak, dan 5 perunggu, berdasarkan daftar hasil pertandingan yang diberikan.

Medali-medali tersebut lahir terutama dari nomor stand fight pada kelompok youth dan junior. Komposisi itu memperlihatkan satu pesan penting: kekuatan Sidoarjo tidak hanya bertumpu pada atlet senior, tetapi mulai tumbuh dari lapisan regenerasi yang lebih muda.

Di atas matras, setiap kelas berat menghadirkan pertarungan yang berbeda. Namun, semuanya bermuara pada satu hal: kemampuan mengubah latihan menjadi performa ketika pertandingan dimulai.

Deretan juara Sidoarjo memperlihatkan wajah regenerasi tersebut. Atlet-atlet muda muncul sebagai penyumbang utama medali emas, sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang pembinaan olahraga bela diri campuran di Sidoarjo.

Dua belas emas tersebut menjadi bagian paling terang dari perjalanan Sidoarjo di Blitar. Namun, dua belas perak dan lima perunggu juga memiliki arti penting karena menunjukkan bahwa kedalaman kompetitif kontingen tidak hanya berada pada puncak podium.

Ketua Umum IBCA MMA Pengkab Sidoarjo, H. Etar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan tim, termasuk KONI Kabupaten Sidoarjo.

“Atas nama cabang olahraga IBCA MMA, saya ucapkan ribuan terima kasih. Mohon maaf jika kami belum bisa menjadi juara umum. Namun, kami berkomitmen untuk terus berlatih, terus berjuang, untuk Sidoarjo yang lebih baik,” ujar H. Etar dalam keterangan resmi, Minggu (21/9).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *