Bukit Geger di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyimpan daya tarik luar biasa yang memadukan keindahan panorama alam, ekologi satwa. Hingga rekam jejak sejarah dan legenda peradaban Madura.

Kawasan ini tidak hanya menawarkan pemandangan hutan hijau yang asri, tetapi juga menjadi lokasi bersemayamnya situs keramat. Serta cagar budaya yang diselimuti cerita rakyat.

Terletak di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, bukit tersebut berada pada ketinggian sekitar 150 hingga 200 meter di atas permukaan laut.

Objek wisata alam berhawa sejuk ini sekelilingnya hutan mahoni yang rimbun. Pengunjung bisa masuk secara gratis, dengan tarif parkir kendaraan yang terjangkau mulai dari Rp 2.000. Untuk menunjang kenyamanan peziarah dan wisatawan, di kawasan ini sudah tersedia fasilitas kafetaria, masjid, hingga toilet umum.

Selain menyajikan panorama alam, kawasan seluas 44 hektar ini merupakan habitat alami bagi kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

Berdasarkan studi ekologi, kepadatan populasi kera di Bukit Geger Bangkalan tergolong rendah. Jumlahnya mencapai 107 ekor yang tersebar di area hutan lebat, pendopo, hingga kompleks makam. Satwa ini bergerak dalam jangkauan wilayah jelajah antara 500 meter hingga 4,6 kilometer.

Dalam tradisi lisan dan catatan babad lokal, Bukit Geger Bangkalan diyakini sebagai daratan pertama yang tersembul di permukaan laut, dan menjadi cikal bakal hunian manusia di Pulau Madura.

Legenda menyebutkan bahwa Putri Doro Gung (Raden Ayu Ratna Doro Gung/Tunjung Sekar/Bendoro Gung), putri dari Prabu Sang Hyang Tunggal asal Kerajaan Medang Kamulan di Keraton Giling Wesi. Sang putri diasingkan akibat hamil secara gaib setelah bermimpi menelan rembulan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *