Tangerang, Banten (ANTARA) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya untuk mengalihkan pasokan batu bara dari tempat lain guna memenuhi kebutuhan industri semen yang terganggu akibat surutnya sungai.

Tri berharap permasalahan pasokan batu bara untuk industri semen dapat teratasi pekan ini atau pekan depan.

“Mudah-mudahan solved minggu. Minggu ini atau minggu depan sudah tuntas,” kata Tri Winarno.

Diwartakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan angkutan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) terhambat imbas penurunan debit air sungai atau sungai yang surut.

Kekeringan sungai di Kalimantan tak hanya berdampak pada mobilitas angkutan batu bara. Kementerian ESDM juga mengidentifikasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai yang surut, sehingga menjadi kendala bagi kapal distribusi energi.

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Laode menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM yang menggunakan jalur darat. Akan tetapi, volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar angkutan sungai.

Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur Andi Harun meminta masyarakat menghemat penggunaan air bersih menyusul penyusutan debit Sungai Mahakam dan meningkatnya kadar klorida di air akibat kemarau panjang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *