:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Jawa-Timur-Emil-Dardak-saat-meninjau-Dermaga-Bulusan.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Kemacetan yang kerap terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, mendorong Pemprov Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah untuk menambah kapasitas pelayanan penyeberangan.
Salah satunya dengan mengoptimalkan sejumlah dermaga yang berada di atas lahan milik Pemprov Jatim. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko penumpukan kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, ketika kepadatan terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Pemprov Jatim memiliki lahan yang saat ini digunakan untuk beberapa titik dermaga di kawasan tersebut. Di antaranya Dermaga MB 4, Dermaga LCM, dan Dermaga Bulusan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Pemprov Jatim telah menganggarkan Rp 6 miliar untuk membenahi lahan di Dermaga Bulusan.
Dermaga tersebut merupakan area docking kapal yang dalam beberapa waktu terakhir kerap digunakan sebagai lokasi bongkar muat kapal yang mengangkut truk-truk besar.
Namun, Dermaga Bulusan hanya memungkinkan digunakan ketika kondisi cuaca dan arus mendukung. Sebab, fasilitas dolphin atau struktur penunjang sandar kapal di lokasi tersebut rusak akibat tertabrak kapal.
“Kekhawatiran dari Kadishub Pemrov Jatim adalah apabila dolphin itu dibangun lagi, bisa tertabrak dan rusak kembali. Jadi, kami meminta Kadishub berkoordinasi dengan Syahbandar untuk membahasnya,” kata Emil, saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Wangi dan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).
Selain Dermaga Bulusan, Pemprov Jatim juga berencana mengembangkan Dermaga LCM yang selama ini menjadi salah satu penunjang utama penyeberangan truk tronton.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber