Malang, Beritasatu.com – Penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang, Jawa Timur, terhenti sejak akhir Juli 2026 setelah puluhan siswa mengalami diare dan muntah yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program tersebut.

Kepala SDN Kauman 1 Kota Malang, Sentot Hariyanto, mengatakan sekitar 35 siswa tidak masuk sekolah pada 20–21 Juli 2026 karena mengalami gangguan kesehatan setelah menerima MBG dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Sukoharjo 1.

“Sejak kejadian pada 20–21 Juli 2026 sampai saat ini belum ada tindak lanjut penyaluran MBG dari SPPG maupun koordinator MBG,” ujar Sentot kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

“Karena kami sekolah negeri, kami harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk tindak lanjut penyaluran MBG,” katanya.

Meski sempat terjadi insiden gangguan kesehatan, Sentot menyatakan pihak sekolah tetap terbuka menerima kembali program MBG dengan catatan kualitas makanan dan tata kelola dapur diperbaiki.

SDN Kauman 1 sebelumnya menjadi salah satu sekolah penerima MBG dengan sekitar 500 penerima manfaat. Namun, rencana keberlanjutan program tersebut mendapat respons beragam dari orang tua siswa.

“Respons sementara menunjukkan sekitar 20 persen wali murid belum menyetujui kelanjutan MBG,” kata Sentot.

Meski demikian, pengumpulan tanggapan orang tua masih berlangsung sehingga hasil tersebut belum menjadi keputusan akhir. Keputusan mengenai keberlanjutan MBG di sekolah akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *