Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2024. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
BANYUWANGI – Antrean kendaraan, khususnya truk besar, yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Sejumlah langkah disiapkan untuk menambah kapasitas layanan penyeberangan sekaligus meminimalisir risiko kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Salah satunya dengan mengoptimalkan sejumlah dermaga yang berada di atas lahan milik Pemprov Jatim. Di antaranya Dermaga LCM, Dermaga Bulusan, dan beberapa titik di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan bahwa Pemprov Jatim telah menganggarkan Rp6 miliar untuk membenahi lahan di Dermaga Bulusan.
Dermaga tersebut selama ini merupakan area docking kapal. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi bongkar muat kapal yang membawa truk-truk besar.
Menurut Emil, pemanfaatan Dermaga Bulusan masih bergantung pada kondisi cuaca dan arus laut. Sebab, fasilitas dolphin atau struktur penunjang untuk sandar kapal di dermaga tersebut mengalami kerusakan setelah tertabrak kapal.
“Kekhawatiran dari Kadishub Pemprov Jatim adalah apabila dolphin itu dibangun lagi, bisa tertabrak dan rusak kembali. Jadi, kami meminta Kadishub berkoordinasi dengan Syahbandar untuk membahasnya,” kata Emil saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Wangi dan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber