Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengubah cara pandang terhadap sampah rumah tangga. Melalui Bank Sampah Berkah, sampah yang sebelumnya hanya dibuang kini dipilah, dikumpulkan, dan dikelola agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut mulai menunjukkan hasil setelah Bank Sampah Berkah menggelar setoran perdana pada Minggu pekan lalu. Sebanyak 125 nasabah dari lima wilayah RT berhasil mengumpulkan 609,4 kilogram sampah terpilah.

Capaian tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sudu dalam membangun kebiasaan baru, yakni memilah sampah sejak dari rumah sebelum disetorkan ke bank sampah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang terkumpul juga memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Partisipasi warga paling tinggi tercatat dari RT 01/06 dengan 38 nasabah yang menyetorkan 192,9 kilogram sampah. Kemudian RT 02/06 dengan 33 nasabah sebanyak 159,5 kilogram sampah, serta RT 02/07 dengan 24 nasabah yang mengumpulkan 119,5 kilogram sampah.

Sementara itu, RT 01/07 tercatat memiliki 15 nasabah dengan setoran sebanyak 69,5 kilogram sampah. RT 03/06 juga mencatat 15 nasabah dengan total sampah terkumpul mencapai 68 kilogram.

Hasil setoran perdana tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan kapasitas pengelola Bank Sampah Berkah. Pendampingan dilakukan di Balai Desa Sudu, Rabu (23/9/2026), dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro dan Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI).

Manager Program YDTI Rudy Susilo mengatakan, keberadaan bank sampah tidak boleh hanya berhenti pada aktivitas mengumpulkan dan menjual sampah. Menurutnya, pengelola perlu memiliki tata kelola yang baik agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. “Pengelolaan sampah tidak berhenti di kumpul dan jual,” kata Rudy.

Menurut Rudy, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi bagian penting dalam menentukan nilai ekonomi sampah. Sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya sejak dari rumah akan lebih mudah dikelola ketika sampai di bank sampah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *