jatimnow.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat perbankan di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang, mengalami pertumbuhan positif per Juli 2026. Dalam periode tersebut, Kabupaten Lumajang membukukan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 7,40 persen secara Year on Year (YoY) hingga mencapai Rp6,43 triliun. Sedangkan Kabupaten Jember masih memimpin nominal simpanan terbesar yaitu Rp18,11 triliun dengan pertumbuhan 4,57 persen YoY.

“Pertumbuhan simpanan masyarakat di wilayah Sekarkijang menunjukkan tren yang cukup menggembirakan pada periode Juli 2026 ini,” ujar Kepala Kantor Perwakilan LPS-II, Bambang S. Hidayat, Rabu (23/9/2026).

Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi menyusul dengan perolehan simpanan sebesar Rp13,27 triliun atau naik 7,35 persen, serta Kabupaten Situbondo yang tumbuh tipis 0,64 persen menjadi Rp4,03 triliun. Adapun Kabupaten Bondowoso menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami kontraksi simpanan, yakni terkoreksi sebesar 5,55 persen.

“Secara nominal Jember memang terbesar, namun dari sisi laju pertumbuhan Lumajang dan Banyuwangi mencatatkan kenaikan yang paling tinggi,” terangnya.

Dari sisi jumlah rekening, Kabupaten Jember dan Banyuwangi sama-sama mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,03 persen menjadi 4,35 juta rekening dan 3,64 persen menjadi 2,82 juta rekening. Sebaliknya, penurunan jumlah rekening terjadi di Lumajang sebesar 5,23 persen menjadi 1,64 juta rekening, Situbondo turun 0,30 persen menjadi 1,11 juta rekening, serta Bondowoso yang ikut menyusut 0,44 persen.

“Pertumbuhan jumlah rekening ini tidak seragam di seluruh wilayah Sekarkijang karena adanya dinamika transaksi di tiap daerah,” ungkapnya.

Berdasarkan jenis produknya, pertumbuhan simpanan di karesidenan ini terutama didorong oleh produk tabungan yang melonjak 9,5 persen YoY, di tengah penurunan produk giro sebesar 1 persen dan deposito sebesar 7 persen. Jika dilihat dari nominalnya, kelompok simpanan hingga Rp1 miliar tumbuh stabil di kisaran 4,8 hingga 6,1 persen, sedangkan simpanan bernilai jumbo di atas Rp5 miliar melonjak signifikan hingga 9,3 persen meskipun kelompok Rp1 miliar sampai Rp5 miliar sempat menurun.

“Secara struktur, pertumbuhan simpanan terutama ditopang oleh produk tabungan masyarakat,” tutur Bambang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *