Kabupaten Malang, blok-a.com – Rencana pembangunan sekolah terintegrasi di Kabupaten Malang memasuki tahap persiapan akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyebut pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar 18 hektare itu ditargetkan mulai Oktober 2026.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan berbagai persiapan dari sisi Pemkab Malang telah dilakukan. Sementara proses perizinan masih berjalan secara paralel karena melibatkan kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kalau dari kita sudah semua. Hanya berproses, pasti nanti secara paralel dari sisi untuk perizinan-perizinan karena itu nanti ada yang di kita, ada yang di pusat,” kata Tomie saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Ia menambahkan, pembiayaan pembangunan sekolah tersebut berasal dari pemerintah pusat. Jika tidak ada perubahan dalam proses persiapan, pembangunan yang dikerjakan di Desa Polaman Kecamatan Dampit ini diperkirakan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.

“Semua pembangunan pembiayaan dari pusat. Ya kalau tidak ada perubahan diperkirakan di Oktober itu mulai pembangunannya, infonya seperti itu,” tambahnya.

Tomie memastikan luas lahan yang disiapkan tidak mengalami perubahan, yakni sekitar 18 hektare. Lahan tersebut merupakan aset Pemkab Malang yang nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan sekolah.

Sekolah terintegrasi tersebut akan mencakup jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA. Selain ruang pembelajaran, kawasan ini dirancang memiliki berbagai fasilitas penunjang pendidikan, termasuk laboratorium dan sarana kebugaran.

Tomie menyebut salah satu fasilitas yang telah masuk dalam desain adalah lapangan sepak bola. Namun, ia belum merinci seluruh fasilitas yang akan dibangun.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *