
Jawa Timur merupakan wilayah yang terletak di bagian ujung timur Pulau Jawa. Provinsi dengan ibu kota Kota Surabaya ini memiliki jumlah penduduk 42.352.024 jiwa. Wilayah administratif Jawa Timur saat ini terdiri dari 38 daerah, yang meliputi 29 kabupaten dan sembilan kota.
Jawa Timur memiliki luas wilayah 48.033 km², yang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Selat Bali di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di sebelah barat.
Selain berada di Pulau Jawa, Jawa Timur juga meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean, Kepulauan Kangean, serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut Jawa, yaitu Kepulauan Masalembu, Pulau Sempu, dan Nusa Barung.
Tepat pada 12 Oktober 2026, Jawa Timur memperingati hari jadi yang ke-81. Lantas, bagaimana sejarah dan ragam peristiwa yang melatarbelakangi penetapan hari jadi Jawa Timur?
Sejarah Provinsi Jawa Timur memiliki perjalanan panjang yang telah berlangsung sejak masa kerajaan. Dikutip dari laman Disnaker PMPTSP Kota Malang, jejak pemerintahan di wilayah Jawa Timur bahkan telah ditemukan sejak abad VIII melalui Prasasti Dinoyo yang berkaitan dengan Kerajaan Kanjuruhan di Malang.
Memasuki abad X, Jawa Timur mulai berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan di Nusantara. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari kawasan kekuasaan Mataram Kuno kemudian menjadi pusat pemerintahan sejumlah kerajaan, mulai dari Medang, Kahuripan, Daha-Janggala, Singasari hingga Majapahit.
Pada masa pemerintahan Mpu Sindok yang memerintah sekitar 929-947, pusat kekuasaan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. Perkembangan tersebut turut menjadi dasar terbentuknya struktur pemerintahan di wilayah Jawa Timur. Pada masa itu, pemerintahan tersusun atas pusat kerajaan atau keraton. Watek sebagai wilayah daerah dan Wanua sebagai desa.
Mengutip dari laman Bakorwil Bojonegoro, struktur pemerintahan tersebut berkembang lebih lanjut pada masa Kerajaan Singasari. Berdasarkan Prasasti Mula Malurung yang berasal dari 1255, struktur pemerintahan Singasari telah mengenal pembagian pusat pemerintahan, Negara, Watek dan Wanua. Pada masa Majapahit, struktur tersebut kembali mengalami perkembangan dengan pembagian wilayah pemerintahan yang lebih kompleks.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber