Warga negara Indonesia (WNI) asal Lumajang, Jawa Timur, berhasil membangun usaha pertanian diĀ Jepang setelah melihat peluang dari lahan yang ditinggalkan para petani lanjut usia.

Setelah sekitar 15 tahun tinggal di Jepang, ia menggarap lahan pertanian yang sebagian merupakan miliknya dan sebagian lainnya masih disewa.

Saat itu, ia datang bukan dengan tujuan menjadi petani atau menetap di Jepang, melainkan untuk mengurus administrasi dan melegalkan status pernikahannya dengan sang istri yang merupakan warga Jepang.

“Awal mula kedatangan saya ke Jepang itu untuk melegalkan status pernikahan atau untuk mengurus administrasi pernikahan di Jepang. Jadi, awalnya tidak ada niatan untuk tinggal di Jepang,” kata Anas kepada CNN.

Sebelum menjadi petani, Anas bekerja sebagai mekanik di sebuah showroom alat-alat pertanian di Jepang. Pekerjaan tersebut justru membuatnya semakin dekat dengan kehidupan para petani setempat.

Hampir setiap hari, ia mendengar keluhan para petani yang sudah lanjut usia. Mereka khawatir tidak ada keturunan mereka yang bersedia meneruskan lahan pertanian milik keluarga.

“Kekhawatiran dari beliau-beliau bahwa anak-anak atau keturunan beliau itu tidak ada yang ingin melanjutkan bertani. karena anak-anaknya sudah punya pekerjaan masing-masing, jadi tidak ingin bertani,” ujarnya.

Ia membayangkan jika ada 10 petani yang masing-masing menggarap lahan seluas satu hektar kemudian berhenti bertani, akan ada sekitar 10 hektar lahan yang berpotensi terbengkalai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *