
Sebanyak 15 pedagang mendatangi Perumda Pasar Joyoboyo untuk mencari kepastian sewa kios dan los.
Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 15 pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kediri, pada Kamis (24/9/2026). Mereka datang untuk mencari kepastian mengenai ketersediaan kios atau los sekaligus tata cara menyewa tempat berjualan di pasar yang dikelola BUMD tersebut.
Salah satu pedagang, Gatot Sungkawono (56), mengaku sudah sekitar dua hingga tiga tahun mencari tempat berjualan di Pasar Pahing. Selama ini, ia mendapat informasi bahwa biaya untuk mendapatkan tempat berjualan cukup mahal.
Gatot yang sehari-hari berjualan sayur dan jajanan di kawasan Gang Carik, Banjaran, juga khawatir lokasi usahanya di pinggir jalan dan trotoar sewaktu-waktu terkena penertiban.
“Karena di pinggir jalan trotoar, takut nanti kapan-kapan digusur Satpol PP. Saya pengin punya tempat kios di Pasar Pahing,” katanya.
Gatot mengatakan, informasi yang selama ini diterimanya menyebut tempat berjualan di Pasar Pahing harus disewa kepada pihak tertentu dengan biaya cukup tinggi.
Ia bahkan mendapat informasi ada tempat yang disewa sekitar Rp4 juta per tahun, tetapi pedagang tetap dikenai tarikan harian.
“Sudah 2-3 tahun yang lalu itu (mencari kios). Teman saya buka usaha di situ, akhirnya tutup karena mahal. Jadi selain sewa, sewanya bukan ke PD Pasar, sewanya tempat itu ke yang punya. Terus tiap hari nanti bayar karcis,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber