Madiun (ANTARA) – Sebanyak 100 personel relawan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana (Destana) dari seluruh wilayah Kota Madiun, Jawa Timur mengikuti pelatihan water rescue atau penyelamatan air yang digelar BPBD setempat guna meningkatkan kemampuan dalam kondisi darurat.

“Pelatihan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya kejadian yang berkaitan dengan perairan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso dalam kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Water Rescue di Taman Bantaran Kota Madiun, Kamis.

Sejumlah materi dan praktik yang diberikan meliputi pengenalan peralatan water rescue, metode penyelamatan di perairan, resusitasi jantung paru (RJP), pengoperasian perahu karet, teknik mendayung, hingga proses evakuasi korban.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 23-24 September 2026. Pada hari pertama meliputi pemaparan materi, sedangkan hari kedua diisi dengan praktik lapangan.

Peserta pelatihan merupakan relawan dari seluruh kelurahan di Kota Madiun. Setiap kelurahan mengirimkan sekitar dua hingga empat orang relawan. Namun, jumlah peserta dari wilayah yang memiliki potensi risiko banjir lebih banyak.

“Kalau Kelurahan Tawangrejo, Kelun, dan Pilangbango yang termasuk kawasan rawan banjir, maka mengirimkan lebih banyak relawan,” katanya.

Relawan yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menjadi pihak pertama yang melakukan penanganan ketika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing. BPBD Kota Madiun selanjutnya dapat memberikan dukungan apabila penanganan membutuhkan intervensi lebih lanjut.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi kebencanaan tersebut penting dilakukan karena Kota Madiun juga memiliki potensi bencana hidrometeorologi saat musim hujan serta terletak di aliran Sungai Bengawan Madiun.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *