
Probolinggo (beritajatim.com) – Polemik pemberitaan kesenian Bantengan di Kota Probolinggo memanas. Puluhan seniman mempersoalkan pemberitaan salah satu media online yang mereka nilai menyeret aktivitas kesenian ke dalam persoalan pribadi dan berpotensi merugikan nama baik kelompok mereka.
Perwakilan Sanggar Satrio Sukmo Sejati, Novita S, mengatakan pihaknya keberatan dengan pemberitaan yang menurutnya mengaitkan aktivitas kesenian dengan persoalan di luar kegiatan sanggar. Para seniman kemudian mendatangi Mapolsek Kademangan sebelum membawa pengaduan tersebut ke Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (24/9/2026).
“Kami mewakili Sanggar Satrio Sukmo Sejati menyatakan, jangan sampaikan kegiatan sanggar seni dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujar Novita saat ditemui di Mapolsek Kademangan.
Persoalan tersebut bermula dari pemberitaan yang dianggap merugikan nama baik kelompok kesenian Bantengan. Para seniman menilai ada persoalan pribadi yang dicampuradukkan dengan kegiatan sanggar sehingga berpotensi membentuk persepsi negatif masyarakat terhadap kesenian tersebut.
Tak terima, puluhan seniman awalnya berencana mendatangi kediaman wartawan yang pemberitaannya dipersoalkan di kawasan Jalan Himalaya, Kota Probolinggo. Mereka hendak meminta klarifikasi secara langsung sekaligus mempertanyakan dasar pemberitaan yang dinilai menyudutkan kelompok kesenian mereka.
Namun, rencana tersebut tertahan di Mapolsek Kademangan. Ketegangan sempat mewarnai pertemuan antara perwakilan seniman dan petugas kepolisian sebelum akhirnya muncul kesepakatan untuk mengupayakan mediasi.
Para seniman kemudian menunggu di ruang Kapolsek Kademangan. Mereka berharap wartawan yang bersangkutan hadir untuk menjelaskan pemberitaannya secara terbuka.
Namun, pertemuan yang dinantikan tidak terlaksana. Setelah menunggu cukup lama, perwakilan seniman mendapat informasi dari kepolisian bahwa wartawan tersebut tidak dapat menghadiri mediasi karena disebut sedang mengikuti rapat dengan salah satu lembaga atau organisasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber