:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penerbangan-perintis-dari-Bandara-Trunojoyo-Sumenep-pada-2026.jpg)
SURYA.co.id, SUMENEP – Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp13,2 miliar untuk menopang operasional penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sepanjang 2026.
Hingga tahun anggaran berjalan, realisasi belanja program tersebut telah mencapai Rp 12,4 miliar atau sekitar 93,76 persen dari total pagu.
Anggaran itu tidak hanya digunakan untuk layanan penerbangan penumpang, tetapi juga mendukung distribusi bahan bakar pesawat untuk memastikan konektivitas udara menuju wilayah kepulauan tetap berjalan.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Perhubungan, pagu program melalui Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo mencapai Rp13.228.666.000.
Porsi terbesar dialokasikan untuk paket Angkutan Udara Perintis Penumpang Tiga Rute dengan kode 62346443 senilai Rp12.474.734.000.
Layanan tersebut mencakup rute Sumenep-Pagerungan tiga kali dalam sepekan, Sumenep-Bawean pulang pergi satu kali sepekan, serta Surabaya-Bawean pulang pergi empat kali dalam sepekan.
Sementara itu, paket pengiriman BBM pesawat udara untuk operasional penerbangan perintis dengan kode 62346641 mendapat pagu Rp 753.932.000.
Dari keseluruhan pagu, realisasi anggaran tercatat Rp12.403.458.164, atau sekitar 93,76 persen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber