SUMENEP || KLIKMADURA – Sabtu siang, 19 September 2026, Ruang Rapat Arya Wiraraja di Kantor Bupati Sumenep dipenuhi wajah-wajah dari empat penjuru Madura.

Mereka datang dalam tradisi silaturahmi antarduta wisata se-Madura bertajuk “Temmo Kerrong”, sebuah agenda yang terus dijaga Paguyuban Kacong Cebbing sebagai ruang bagi para duta wisata dari empat kabupaten di Pulau Garam untuk berkumpul, bertukar wawasan, dan menyatukan visi promosi pariwisata lintas daerah.

Saya hadir sebagai salah satu delegasi duta wisata Kabupaten Pamekasan. Ada harapan sederhana yang saya bawa, yakni pulang dengan relasi baru dan wawasan segar tentang dunia pariwisata.

Acara dibuka dengan sesi formal yang diwakili langsung Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa duta wisata masa kini tidak lagi bisa hanya mengandalkan pola promosi konvensional.

“Kalian adalah ujung tombak yang bertugas menjual keindahan daerah masing-masing. Oleh karena itu, duta wisata ke depan harus cakap teknologi,” tegasnya.

Pesan tersebut terasa relevan dengan perkembangan promosi pariwisata saat ini. Sebagai duta daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan potensi wisata melalui berbagai inovasi digital.

Persaingan promosi wisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa indah sebuah destinasi, tetapi juga oleh kemampuan daerah menjangkau audiens secara luas melalui teknologi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *