
Mojokerto (beritajatim.com) – Masyarakat Kota Mojokerto dibekali keterampilan menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut berlangsung di Atrium Sunrise Mall.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari dr. Achmad Rizal Shahab mengenai cara mengenali tanda-tanda seseorang mengalami henti jantung serta langkah pertolongan pertama melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP). Peserta juga mengikuti praktik secara langsung untuk memahami respons awal saat menghadapi kondisi yang mengancam nyawa.
Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal masyarakat untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga medis atau layanan kegawatdaruratan. Kemampuan memberikan respons awal dinilai penting ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan kondisi kegawatdaruratan, termasuk serangan jantung mendadak, membutuhkan respons cepat. Karena itu, pengetahuan dasar masyarakat dalam memberikan pertolongan awal perlu diperkuat.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menghadirkan layanan kegawatdaruratan yang cepat dan mudah diakses masyarakat. Akses terhadap layanan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan warga yang berdomisili di Kota Mojokerto, tetapi juga masyarakat yang bekerja maupun beraktivitas di wilayah tersebut.
“Kami ingin di kota yang kecil namun penuh dengan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah ini, dalam hal urusan kesehatan, masyarakat bisa terlayani dengan baik. Kami juga menggunakan teknologi informasi agar masyarakat bisa mengaksesnya dengan lebih cepat. Layanan kegawatdaruratan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat modern,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan kesehatan, kata Ika yang akrab disapa Ning Ita, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto yang terus meningkat.
Pada tahun ketujuh kepemimpinannya, IPM Kota Mojokerto mencapai 82,35 dan masuk kategori sangat tinggi. Indeks kesehatan menjadi salah satu komponen IPM, selain indeks pendidikan dan daya beli masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber