Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran lahan pertanian dan rumpun bambu atau bambrongan di Dukuh Singolagu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, berhasil dikendalikan setelah polisi, TNI, BPBD, pemerintah kelurahan, dan warga bahu-membahu melakukan pemadaman, Jumat (25/9/2026).

Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 12.30 WIB tersebut diperkirakan berdampak pada lahan seluas kurang lebih 4 hektare. Respons cepat dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar lebih luas, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.

Personel Polsek Plaosan bersama Koramil Plaosan, BPBD Kabupaten Magetan, Pemerintah Kelurahan Sarangan, dan masyarakat sekitar selanjutnya melakukan pemadaman secara bersama-sama. Upaya tersebut dilakukan menggunakan peralatan manual berupa gepyok serta pembasahan pada area yang telah terbakar.

Langkah pembasahan dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa. Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mengendalikan kebakaran agar tidak menjalar ke area lain di sekitar lokasi.

Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi Witarno mengatakan, respons cepat dilakukan setelah pihaknya menerima informasi kebakaran. Petugas langsung diterjunkan untuk memastikan kondisi sekaligus mencegah api semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

“Begitu mendapatkan informasi, anggota langsung kami arahkan ke lokasi untuk memastikan kondisi. Kami bersama TNI, BPBD, pemerintah kelurahan dan masyarakat kemudian melakukan pemadaman secara bersama-sama. Fokus utama kami adalah melokalisasi api agar tidak semakin meluas,” ujar AKP Agus.

Pemadaman berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 17.45 WIB, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi dan tetap melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah Magetan masih menghadapi musim kemarau. Vegetasi kering dan kondisi lahan dapat meningkatkan risiko api kembali muncul apabila bara tidak sepenuhnya padam.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *