
Malang (beritajatim.com) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang resmi meluncurkan unit ambulans khusus demi memperkuat sistem penanganan pra-rumah sakit di wilayah Malang Raya. Ambulans ini digunakan untuk penanganan pasien kegawatdaruratan kardiovaskular sebelum menyentuh pintu fasilitas kesehatan.
Peluncuran armada medis tersebut berlangsung dalam puncak peringatan World Heart Day 2026 di Mini Block Office Balai Kota Malang, Minggu (27/9/2026). Inisiatif ini melengkapi rangkaian agenda edukasi, skrining dini, hingga pelatihan resusitasi jantung paru yang telah bergulir konsisten sejak Juli 2026.
Ketua PERKI Malang, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), PhD, menegaskan bahwa tindakan medis semestinya sudah berjalan aktif di dalam ambulans, bukan baru dimulai ketika pasien tiba di instalasi gawat darurat. Keterlambatan rujukan selama ini menjadi ancaman fatal bagi kelangsungan hidup penderita serangan jantung.
”Harapannya tentu tidak ada warga Malang yang terkena serangan jantung. Namun jika terjadi, kami siap mengawal dan terapi itu sudah harus dimulai dari ambulans, bukan di rumah sakit. Menunggu sampai rumah sakit itu sering kali sudah terlambat,” ujar Prof. Saifur.
Prof. Saifur membeberkan riset internal yang menunjukkan tren mengkhawatirkan di Malang. Sebanyak 30 persen warga berpotensi menderita penyakit jantung dalam satu dekade mendatang. Ledakan kasus ini dipicu oleh tingginya prevalensi merokok di kalangan usia muda, angka hipertensi yang mencapai 35 persen dengan 60 persen di antaranya tak terkontrol, serta gangguan kadar gula darah.
Menjawab persoalan tersebut, PERKI memadukan edukasi pencegahan di hulu dengan penguatan teknologi rujukan di hilir melalui aplikasi Deteksi. Aplikasi ini mengarahkan warga yang mengalami nyeri dada langsung menuju faskes berfasilitas kateterisasi jantung (cath lab) terdekat tanpa harus berputar-putar mencari rujukan.
”Otot jantung yang terputus aliran darahnya bisa berhenti dalam waktu setengah jam. Melalui jejaring puskesmas dan sistem terintegrasi, pasien serangan jantung bisa langsung ditarik masuk tindakan tanpa tertahan di UGD, sehingga kita bisa menghemat waktu emas hingga satu jam,” katanya melanjutkan.
Langkah strategis PERKI Malang mendapat apresiasi penuh dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pihaknya menilai sinergi lintas sektor ini menjawab tantangan ketahanan kesehatan publik secara nyata di tingkat akar rumput.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber