Kota Malang, blok-a.com – Gerakan Ngalam Hebak dideklarasikan di Sanggar Sasana Krida Budaya, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (27/9/2026).

Gerakan tersebut diinisiasi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi untuk memperkuat identitas dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Malang.

Salah satu yang menjadi perhatian dalam gerakan Ngalam Hebak yakni pelestarian Bahasa Walikan. Bahasa khas Malang tersebut dinilai menjadi bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kearifan lokal yang dimiliki Kota Malang harus dipertahankan bersama.

Ia menyebut Bahasa Walikan memiliki sejarah dalam perjuangan masyarakat Malang. Bahasa tersebut digunakan oleh Hamid Rusdi dan para pejuang saat berjuang melawan penjajah.

Wahyu menilai penggunaan Bahasa Walikan saat ini mulai berkurang sehingga perlu kembali dikenalkan dan digunakan. Sekadar diketahui Bahasa Walikan ini ialah bahasa yang membalik sejumlah kata baik dari Bahasa Indonesia atau Jawa. Bahasa tersebut identik dengan bahasa Arek Malang. Contohnya ialah kata ‘Makan’ jadi ‘Nakam’.

“Ini sudah ada kamusnya, kita sedang susun dan kita sudah kerja sama dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurut Wahyu, Bahasa Walikan nantinya tidak hanya diposisikan sebagai bahasa pergaulan maupun tradisi. Ia berharap bahasa tersebut dapat menjadi bagian dari identitas yang mempererat masyarakat Malang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *