Blitar (beritajatim.com) – Ada pemandangan tak biasa di Kelurahan Karangtengah, Kota Blitar. Jika biasanya para pesilat unjuk kebolehan di atas matras, kali ini mereka turun gelanggang berjibaku dengan lumpur dan eceng gondok demi menyulap kawasan perairan setempat menjadi sebuah Pasar Apung.

Pasar Apung Karangtengah resmi beroperasi pada Minggu (27/9/2026). Lahirnya ikon ekonomi baru ini bukan sekadar proyek instan, melainkan hasil kolaborasi epik lintas lembaga antara Pemerintah Kelurahan Karangtengah dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar.

Para insan pencak silat dilibatkan penuh sejak nol. Mulai dari babat alas, pembersihan kolam dari gulma air, hingga penataan lokasi jelang peresmian. Tak melulu soal kerja bakti fisik, rangkaian persiapan ini juga diselingi agenda outbound untuk mempertebal solidaritas antar-perguruan silat.

Kepala Kelurahan Karangtengah, Siswa Adi Purnama, memberikan apresiasi tinggi atas peluh yang dikucurkan para pesilat.

“Kolaborasi ini luar biasa. Kami berterima kasih atas tenaga dan dukungan insan pencak silat, mulai dari membersihkan kolam dari eceng gondok hingga lokasi ini siap. Harapannya, sinergi ini terus berlanjut agar program kelurahan berjalan lancar lewat semangat kebersamaan,” ungkap Siswa Adi.

Di tempat yang sama, Ketua IPSI Kota Blitar, Kangmas Miskan, menegaskan bahwa kehadiran pesilat dalam proyek warga ini adalah wujud nyata pengabdian masyarakat.

“Semoga kolaborasi seperti ini tak hanya membangun fasilitas fisik, tapi juga menjadi benteng untuk terus menjaga kedamaian, persaudaraan antar-pesilat, serta kondusifitas wilayah Kota Blitar,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sananwetan Kompol Huwahila Wahyun Yuha yang meninjau langsung peresmian tersebut mewanti-wanti agar semangat gotong royong ini dijaga. Ia berpesan agar seluruh elemen masyarakat tak lengah dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *