DPRD Jatim, Bhirawa – Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas. Di tengah kebutuhan air bersih warga yang kian mendesak, anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban, Budiono, bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat, hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding kondisi pada 31 Agustus 2026. Saat itu, BPBD Bojonegoro mencatat kekeringan melanda 30 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Kondisi tersebut mendorong politisi Gerindra melakukan droping air bersih secara bertahap dan berkelanjutan ke wilayah yang membutuhkan.

Bantuan menyasar sejumlah titik yang terdampak kekeringan, terutama kawasan selatan Bojonegoro.

Sedikitnya terdapat sejumlah titik yang menjadi lokasi droping air bersih, yakni Desa Butoh, Kecamatan Ngasem; Bakulan dan Temayang; Demek dan Pacing serta Sugihwaras di Kecamatan Parengan; Sengon, Kecamatan Ngambon; serta Desa Nganti, Kecamatan Ngraho.

Kondisi sumur yang mulai mengering membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Begitu mobil tangki tiba, warga langsung bergegas membawa berbagai wadah untuk menampung air. Jeriken, bak, hingga tempat penampungan yang tersedia di rumah masing-masing digunakan untuk membawa pulang bantuan air bersih.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *