
Kota Malang, blok-a.com – Pasca dugaan kekerasan terhadap siswa di SMPN 18 Malang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong pembentukan Satgas Anti Kekerasan di setiap sekolah di Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kekerasan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Pemkot Malang juga akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP untuk mendapatkan pembinaan.
“Terpenting jangka panjangnya kami upayakan pembinaan secara berkala biar tidak terjadi lagi. Melalui Dinas Pendidikan akan mengumpulkan kepala sekolah SD, SMP se-Kota Malang untuk melakukan pembinaan dipimpin oleh Pak Wali Kota,” kata Ali.
Selain pembinaan, setiap sekolah nantinya akan memiliki Satgas Anti Kekerasan. Satgas tersebut melibatkan komite sekolah, guru BK, guru, serta unsur orang tua siswa.
Ali mengatakan satgas akan berperan dalam mencegah dan menangani indikasi kekerasan di lingkungan sekolah. Baik yang terjadi antarsiswa maupun yang melibatkan guru, tenaga pendidik hingga kepala sekolah.
“Setiap sekolah nanti kami buat Satgas Anti Kekerasan. Itu yang nanti akan kami lakukan, yang terdiri dari komite, dari guru BK atau yang lainnya,” ujarnya.
Menurut Ali, keterlibatan orang tua juga penting untuk mendeteksi lebih awal adanya tindakan yang dinilai telah melampaui batas di lingkungan sekolah.
“Tentu dari orang tua dan guru-guru juga nanti kalau tahu ada gejala-gejala tindakan yang sudah melampaui batas segera melaporkan biar tidak terulang,” imbuhnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber