
Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI menjadi bagian sejarah Indonesia yang banyak dibahas setiap bulan September. Di tengah momentum tersebut, ada pula catatan sejarah lain yang terjadi jauh sebelumnya di Jawa Timur, yakni Peristiwa Madiun 1948.
Peristiwa Madiun bermula pada 18 September 1948 ketika ketegangan politik antara pemerintah Republik Indonesia dan kelompok kiri berkembang menjadi konflik bersenjata. Sejumlah wilayah di Madiun dan Magetan kemudian menjadi lokasi yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut.
Dilansir dari Britannica, pemerintah di bawah Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta mengambil tindakan militer untuk menguasai kembali wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak. Pemerintah berhasil merebut Madiun pada akhir September 1948.
Di tengah konflik tersebut, terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah orang yang dianggap berseberangan dengan kelompok pemberontak. Sejumlah lokasi di wilayah Madiun dan Magetan kemudian dikenal dalam ingatan masyarakat sebagai tempat terjadinya kekerasan dan ditemukannya jenazah korban. Lantas, di mana saja lokasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut?
Salah satu lokasi yang paling sering disebut dalam catatan mengenai Peristiwa Madiun 1948 adalah Sumur Soco di Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
Dalam laporan majalah MPA Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur edisi September 2016, Sumur Soco disebut sebagai salah satu lokasi ditemukannya jenazah korban Peristiwa Madiun 1948. Laporan tersebut memuat keterangan sejumlah tokoh dan keluarga korban yang menyebut adanya tawanan yang dibawa dari kawasan Gorang-Gareng menuju Desa Soco.
Salah satu tokoh yang disebut dalam laporan tersebut adalah KH Soelaiman Zuhdi Affandi, pengasuh Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno, Magetan. Berdasarkan keterangan keluarganya yang dimuat MPA, Soelaiman ditangkap pada 20 September 1948, dan kemudian dibawa ke kawasan Gorang-Gareng, sebelum akhirnya jenazahnya ditemukan di Sumur Soco.
Lokasi lain yang berkaitan dengan Peristiwa Madiun 1948 adalah Sumur Cigrok di wilayah Kenongomulyo, Magetan. Sedikitnya 22 orang disebut dimasukkan ke lubang pembantaian di Cigrok.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber