
jatimnow.com – Krisis air yang terjadi di Perumahan Tambora, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung mendapat perhatian dari Perusahaan Umum Air Minum (PDAM) Lamongan hingga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).
Kementerian PUPR hadir dalam bentuk bantuan dropping air bersih serta meminjamkan armada truk tangki untuk membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.
Sementara PDAM Lamongan mengambil langkah tegas dengan mengintensifkan distribusi air. Dalam waktu dekat, PDAM juga berencana membangun tangki air berkapasitas 60 kubik atau 60.000 liter.
Direktur PDAM Kabupaten Lamongan, Muhammad Syahril Majidi, menjelaskan bahwa pasokan air produksi PT AB dari Mojolagres secara kuota tidak mengalami pengurangan, yakni sebesar 300 liter per detik (LPS) yang dibagi rata untuk tiga kabupaten yakni Lamongan, Gresik, dan Mojokerto masing-masing 100 LPS.
Namun, pasokan yang sampai ke wilayah Lamongan mengalami penurunan tekanan hingga hanya terserap sekitar 60 hingga 80 LPS.
“Persoalannya adalah tekanannya berkurang. Mengapa demikian? Karena kita dapat informasi dari PT AB bahwa kabel besar untuk kabel booster-nya dicuri di Dawarlandong, sehingga butuh proses dan waktu untuk memperbaikinya,” kata Syahril, Senin (28/9/2026).
Syahril menambahkan, keterbatasan debit pasokan ini berdampak langsung pada layanan pelanggan di Lamongan yang mencakup 9.200 Sambungan Rumah (SR).
Untuk mengantisipasi ketidakcukupan alokasi debit air, PDAM Lamongan menerapkan sistem rekayasa distribusi atau penggiliran aliran air antarwilayah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber