SURYA.co.id, BANYUWANGI – Kemacetan parah yang masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berdampak serius terhadap aktivitas warga sekitar.

Di tengah kondisi tersebut, muncul dorongan agar waktu bongkar muat kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk dipangkas dari sekitar 35 menit menjadi 15 menit.

Langkah itu dinilai dapat menambah jumlah perjalanan kapal dan membantu mengurangi antrean kendaraan.

Bambang meminta operator dan regulator penyeberangan menjalankan sekaligus mengawasi kesepakatan para pengusaha kapal untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

“Yang tadinya 35 menit, bisa dipercepat lagi menjadi 15 menit. Ini kesepakatan para pengusaha kapal,” kata Bambang.

Menurut dia, pemangkasan waktu bongkar muat akan berdampak terhadap jumlah trip kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Ia menyebut peningkatan jumlah trip tersebut berpotensi menambah kapasitas angkut hingga sekitar 50 persen.

Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi berkurangnya jumlah trip selama pembangunan dua dermaga oleh ASDP, yakni Dermaga Ponton di Ketapang dan Dermaga MB 2 di Gilimanuk.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *