
Gresik (beritajatim.com) – Kandang ayam sederhana mulai membuka peluang baru bagi warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Bukan sekadar tempat memelihara ternak, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Peluang itu hadir melalui program percontohan budidaya ayam petelur yang diinisiasi PT Indospring Tbk. Program pemberdayaan tersebut menyasar dua desa di sekitar kawasan operasional perusahaan. Selain Desa Sukorejo, juga Desa Segoromadu.
Tahap awal, masing-masing desa memperoleh paket pengembangan usaha berupa 10 ekor ayam petelur, kandang, serta kebutuhan pakan.
Skema tersebut dirancang agar bantuan tidak berhenti sebagai program sesaat. Warga diharapkan mampu mengelola ternak secara mandiri, mengembangkan produksi, hingga menjadikannya sebagai sumber penghasilan baru.
Industrial Relations & General Affair (IR & GA) Manager PT Indospring Tbk, Dias Pipit Chusairy, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk masyarakat sekitar.
“Program ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan investasi sosial untuk menggerakkan potensi pemuda desa agar mandiri secara ekonomi dan memicu lahirnya wirausaha baru di tingkat lokal,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Menurut dia, budidaya ayam petelur tidak hanya diarahkan untuk membuka peluang ekonomi. Hasil produksi juga diharapkan memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan protein.
Telur yang dihasilkan dari peternakan tersebut nantinya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein berkualitas. Langkah itu sekaligus mendukung upaya percepatan penanganan tengkes atau stunting di Desa Sukorejo dan Segoromadu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber