Musim hujan di Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan mundur pada Desember 2026. Di tengah musim kemarau panjang, ada 24 kabupaten/kota di Jatim yang telah mengeluarkan SK Darurat Kekeringan.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut dari total potensi 29 kabupaten/kota yang terjadi kekeringan pada tahun 2026, sudah ada 24 daerah yang menetapkan status darurat kekeringan.

“Sejauh ini angkanya masih sama 24 kabupaten/kota. Namun selain kekeringan, juga ada tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Gatot kepada detikJatim, Selasa (29/9/2026).

Dari data BPBD Jatim 24 daerah itu yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang.

Kemudian Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Trenggalek, Gresik, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Probolinggo, dan Pamekasan.

“Untuk yang siaga atau tanggap darurat karhutla yakni di Banyuwangi, Bangkalan, Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Malang, Jember, Mojokerto, Situbondo, Pacitan, Ponorogo, Batu, Jombang, dan Probolinggo,” bebernya.

Gatot menyebut sudah ada setidaknya 36.009 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Jawa Timur dengan potensi jiwa terdampak mencapai 395.438 jiwa.

“Distribusi air bersih terus dilakukan di daerah-daerah terdampak. Kita terus salurkan air bersih, ada 13.835 ritase air bersih yang kami siapkan,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *