TRIBUNTANGERANG.COM, SIDOARJO – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meminta penemuan kasus pelacakan kontak erat, integrasi data, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Wiyagus, data yang terintegrasi menjadi modal awal pemerintah untuk menentukan strategi penanganan TBC, termasuk dalam mempercepat pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

“Makanya, tolong diefektifkan temuan kasus, kemudian integrasi data yang paling penting. Karena itu modal awal kita akan melangkah ke mana. Strategi apa yang akan kita lakukan,” ujar Wiyagus dalam deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga TBC bertajuk “Sinergi Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis” di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Wiyagus menjelaskan, setelah kasus TBC ditemukan dan penderita mendapatkan pengobatan, pemerintah perlu melakukan pelacakan terhadap kontak erat.

Pelacakan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan intervensi pencegahan melalui TPT.

Selain penemuan kasus dan integrasi data, Wiyagus mengingatkan pentingnya ketertiban pelaporan. Seluruh upaya penanganan TBC di lapangan harus tercatat dengan baik agar capaian dapat diketahui secara akurat.

Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan langkah penanganan berikutnya.

Wiyagus juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan waktu hingga akhir 2026 untuk mengejar capaian pemberian TPT. Percepatan diperlukan agar capaian pada 2026 tidak lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *