KONTEKS.CO.ID – Bagi sebagian orang, pertandingan sepak bola mungkin hanya berlangsung selama 90 menit.

Namun, bagi Khoirul alias Rulls demikian sapaan akrabnya, dunia sepak bola juga membuka ruang untuk berkarya melalui gambar digital.

Pemuda asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu menekuni dunia desain visual hingga karyanya mendapat tempat di industri sepak bola internasional. 

Kemampuannya mengolah gambar digital membuatnya dipercaya mengerjakan kebutuhan visual untuk sejumlah klub besar Eropa.

Namanya dikaitkan dengan karya visual untuk klub seperti FC Barcelona dan Manchester City.

Profil profesional yang ditemukan secara daring mencantumkan PSG, Manchester City, FC Barcelona, Bayer Leverkusen, dan RB Leipzig dalam konteks aktivitas visualnya.

Media sosial telah menjadi bagian penting dari cara klub sepak bola berkomunikasi dengan penggemarnya.

Setiap pengumuman pemain, jadwal pertandingan, hasil laga, hingga kampanye klub membutuhkan visual yang mampu menarik perhatian dalam hitungan detik.

Di ruang inilah pekerjaan desainer seperti Rulls menjalankan perannya.

Satu gambar tidak hanya dituntut terlihat menarik. Visual juga harus mampu membawa identitas klub, karakter pemain, serta pesan yang ingin disampaikan kepada jutaan pengikut di berbagai negara.

Bagi seorang desainer dari Indonesia, kesempatan menghasilkan karya yang kemudian digunakan dalam ekosistem klub-klub sepak bola Eropa menjadi capaian tersendiri.

Perjalanan Rulls menunjukkan bagaimana karya digital dapat menembus batas geografis.

Ia tidak harus berada di stadion Eropa untuk menghasilkan karya yang dinikmati pendukung klub-klub besar.

Keahlian mengolah gambar menjadi modal untuk masuk ke industri kreatif yang audiensnya berada jauh dari tempat ia berasal.

FC Barcelona dan Manchester City menjadi dua nama besar yang disebut menggunakan karyanya. Selain itu, PSG, Juventus, dan Chelsea juga disebut tertarik dengan kemampuan desain yang dimilikinya.

Baginya, perjalanan dari Bojonegoro menuju dunia desain sepak bola internasional menjadi bukti bahwa karya yang kuat dapat berbicara jauh lebih luas daripada tempat pembuatnya berasal.***

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *