
Kediri (beritajatim.com) – Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di Kota Kediri masih menghadapi tantangan pada penelusuran kontak erat dan pemberian terapi pencegahan. Hingga 24 September 2026, sebanyak 1.430 notifikasi kasus TBC telah ditemukan atau mencapai 76 persen dari target 1.872 kasus.
Data tersebut berasal dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Di sisi lain, capaian tracing atau investigasi kontak baru mencapai 62 persen, sementara pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih berada di angka 17 persen.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para kader, Vinanda mengajak peserta kembali memahami gejala TBC serta meningkatkan kepekaan terhadap indikasi penyakit yang berpotensi luput dari perhatian masyarakat.
“Artinya, setelah menemukan seseorang dengan TBC, pekerjaan kita belum selesai. Kita harus memastikan siapa saja yang tinggal serumah, siapa yang sering berinteraksi dekat, apakah mereka sudah diperiksa, dan apabila memenuhi kriteria, apakah sudah mendapatkan terapi pencegahan,” jelasnya.
Angka tracing yang masih 62 persen menunjukkan bahwa penemuan kasus belum sepenuhnya diikuti penelusuran terhadap orang-orang yang berpotensi terpapar. Padahal, investigasi kontak menjadi bagian penting untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus mengidentifikasi orang yang membutuhkan pemeriksaan atau pencegahan.
Vinanda meyakini kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjelaskan manfaat TPT secara humanis sekaligus mendampingi pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas.
Selain memperkuat penelusuran kontak, aspek keselamatan kader saat mendampingi pasien TBC juga menjadi perhatian. Vinanda mengingatkan bahwa kepedulian terhadap pasien harus dibarengi dengan langkah pencegahan penularan.
“Jangan sampai niatnya sudah baik ingin merawat yang terkena TBC, tetapi lupa memakai masker. Setelah kontak langsung dengan pasien, jangan lupa cuci tangan. Ini perlu diperhatikan karena TBC merupakan penyakit menular,” pesannya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber