
Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menunjuk Jawa Timur sebagai salah satu provinsi pionir dalam pengembangan ekosistem pekerjaan hijau (green jobs).
Langkah tersebut diperkuat melalui Pelatihan Fasilitator Green Soft Skills Jawa Timur sebagai bagian dari Proyek GESIT (Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation) hasil kerja sama Indonesia dan Jerman.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat transisi ekonomi hijau melalui penguatan kompetensi tenaga kerja. Dalam pelaksanaannya, Bappenas mendorong keseimbangan antara keterampilan teknis dan kemampuan nonteknis yang memuat perspektif keberlanjutan.
Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Nur Hygiawati Rahayu, S.T., M.Sc., mengatakan penetapan Jawa Timur sebagai provinsi pionir menjadi langkah awal pengembangan program di tingkat provinsi. Program tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mempercepat pengembangan green jobs.
“Memang kita sebut pionir, bukan pilot, dengan artian memang ini baru pertama ya di tingkat provinsi, sehingga kita bisa mendorong juga provinsi-provinsi ini untuk kemudian bergerak cepat dan bisa juga menularkan ke provinsi lainnya,” kata Nur Hygiawati saat pelatihan di Surabaya, Selasa Rabu (30/9/2027).
Pelatihan yang dibuka pada 29 September hingga 7 Oktober tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan nonteknis tenaga kerja. Bappenas menilai kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pekerjaan hijau yang tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga perspektif keberlanjutan.
Pengembangan program di daerah dilakukan dengan memetakan potensi ketenagakerjaan dan kesiapan lembaga pendidikan vokasi. Pemetaan tersebut diperlukan agar kompetensi yang disiapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA) serta sektor unggulan di Jawa Timur.
“Jadi kalau secara nasional kita sudah ada kebijakan nasional, tapi di provinsi, misalnya provinsi memiliki lagi fokus-fokus atau sektor tertentu yang kemudian itu perlu kita lihat. Tetap pada prinsipnya untuk green jobs ini memang lintas sektor,” kata Nur Hygiawati.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber