Madiun (beritajatim.com) — Kondisi Madiun Umbul Square (MUS) kian memprihatinkan. Listrik operasional diputus karena tunggakan, pakan satwa habis, kunjungan wisatawan nyaris sepi, sementara puluhan karyawan mengaku belum menerima gaji selama 15 bulan.

Kondisi tersebut membuat sekitar 20-25 karyawan, baik pegawai tetap maupun freelance, menggelar aksi di depan pintu masuk MUS, Rabu (30/9/2026). Mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan pembayaran hak yang selama ini belum mereka terima.

Salah seorang karyawan MUS, Arifin, mengatakan persoalan gaji tersebut sudah berlangsung hampir satu setengah tahun. Para pekerja pun meminta Pemkab Madiun, khususnya Bupati Madiun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) BUMD, segera turun tangan.

“Sudah 15 bulan kami belum menerima gaji. Kami menuntut hak kami segera dibayarkan. Kami juga mempertanyakan tindak lanjut Pemkab Madiun karena sampai sekarang belum ada penyelesaian,” kata Arifin seusai aksi dan mediasi.

Menurut Arifin, persoalan MUS bukan hanya menyangkut tunggakan gaji karyawan. Operasional objek wisata tersebut juga disebut sudah berhenti total per 30 September 2026.

Tidak adanya aktivitas itu menyusul pemutusan sementara aliran listrik oleh PLN akibat tunggakan tagihan. Kondisi tersebut turut berdampak pada pemeliharaan satwa yang menjadi salah satu daya tarik utama MUS.

“Listrik sudah diputus karena tagihan belum terbayar. Pakan satwa juga sudah tidak ada. Sekarang praktis tidak ada aktivitas karyawan,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Arifin, membuat kunjungan wisatawan ikut merosot. Bahkan, pengunjung yang datang disebut tidak bertahan lama karena atraksi satwa di MUS sudah jauh berkurang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *