
Bojonegoro (beritajatim.com) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Bojonegoro 2026 resmi dimulai. Sekitar 250 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengikuti ajang yang menjadi wadah penjaringan sekaligus pembinaan generasi Qurani tersebut.
Pembukaan MTQ berlangsung di Aula STAI At-Tanwir Talun, Kecamatan Sumberrejo. Pelaksanaan tahun ini dibagi dalam beberapa zona untuk menjaring peserta yang memiliki potensi di bidang Al-Qur’an.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus menemukan bibit-bibit potensial.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita mencari bibit-bibit yang memiliki potensi dan kemampuan. Mereka kemudian dibina agar ke depan dapat terus berprestasi dan membawa nama baik Bojonegoro,” kata Nurul Azizah. Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, peserta yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, potensi yang dimiliki tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung pendidikan dan masa depan mereka.
Nurul Azizah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Kemampuan anak dalam bidang Al-Qur’an, kata dia, juga perlu mendapatkan ruang dan penghargaan.
“Pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik. Anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an juga perlu diberikan ruang dan penghargaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Bojonegoro Dian Rokhmawati Ikhtiorini menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ tahun ini cukup tinggi. Pada awal pendaftaran hingga 20 September 2026, tercatat sekitar 240 peserta. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi sekitar 250 peserta setelah panitia menerima permintaan tambahan dari masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber