
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah terima CEO PT Shou Fong Lastindo Wa Ode Yuli. Foto: dok. Pemkab Bojonegoro
KOSADATA — PT Shou Fong Lastindo membuka 3.000 lowongan kerja bagi masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Kesempatan tersebut terbuka bagi laki-laki maupun perempuan berusia 18 hingga 55 tahun.
Rencana 3.000 lowongan kerja itu dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dengan CEO PT Shou Fong Lastindo Wa Ode Yuli. Proses pendaftaran dan seleksi calon pekerja dijadwalkan berlangsung pada 5-9 Oktober 2026.
Nurul mengatakan perusahaan mengutamakan etos kerja dan kejujuran calon pekerja. Menurut dia, seluruh masyarakat yang memenuhi rentang usia tersebut dapat mengikuti proses seleksi.
“Yang penting etos kerja dan kejujurannya. Usianya 18 sampai 55 tahun, laki-laki maupun perempuan,” ujar Nurul dalam keterangannya, Rabu, 30 September 2026.
Ia mengatakan penambahan tenaga kerja merupakan bagian dari komitmen perusahaan setelah Pemkab Bojonegoro memberikan dukungan dalam proses perizinan dan kemudahan investasi. Pemerintah daerah, kata Nurul, mendorong setiap investasi memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Dari sisi pendapatan, pekerja akan menerima upah sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan tambahan lembur, rata-rata penghasilan disebut dapat mencapai sekitar Rp3,5 juta per bulan. Pekerja dengan jam lembur lebih banyak berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp5 juta hingga Rp5,5 juta per bulan.
CEO PT Shou Fong Lastindo Wa Ode Yuli atau James mengatakan perusahaan telah beroperasi di Bojonegoro selama sekitar delapan tahun setelah sebelumnya berpindah dari Pasuruan. Pada 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 3.000 karyawan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber