
KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi telah menyalurkan 764 ribu liter air bersih ke 18 dusun yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan ke lima kecamatan sejak 22 Juli 2026 dan masih akan berlanjut selama status siaga kekeringan berlangsung.
Lima kecamatan yang mendapat distribusi air bersih yakni Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Pasokan air digunakan warga untuk kebutuhan konsumsi serta mandi, cuci, kakus (MCK).
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan musim kemarau di Banyuwangi telah berlangsung sejak Mei 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi tersebut masih berpotensi berlangsung hingga Desember.
“Berdasarkan rilis BMKG, awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026, salah satunya Banyuwangi,” ujar Partana.
Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan sampai status siaga kekeringan berakhir. Pemkab juga melibatkan sejumlah pihak untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan air warga di wilayah terdampak.
“Pendistribusian air bersih terus kami lakukan hingga status siaga kekeringan selesai. Air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mandi, cuci, kakus (MCK) warga,” terang Partana.
Salah satu dukungan datang dari Kodim 0825 Banyuwangi yang menyalurkan tujuh tangki atau sekitar 31 ribu liter air bersih ke warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo. Bantuan tersebut dilepas Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspotondo bersama Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto di Kantor PUDAM Banyuwangi.
Mayor Kaveleri Suprapto mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI. “Pendistribusian air ini dilakukan dalam rangka kegiatan Bakti TNI untuk memperingati HUT TNI,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber