:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KM-VIRGO-Zulkarnain-Sutopo-paman-Ghondam-Prakoso-saat-berada-di-rumah-duka-d.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Inilah kisah perjalanan Ghondam Prakoso di dunia pelayaran bermula dari bawah. Setelah lulus SMA, pemuda asal Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu diarahkan menempuh pendidikan pelayaran oleh sang paman, Zulkarnain Sutopo.
Zulkarnain yang juga berkecimpung di dunia pelayaran tak ingin Ghondam hanya mengandalkan ijazah.
Ghondam kemudian menjalani pekerjaan sebagai juru mudi. Dari posisi tersebut, ia perlahan mempelajari berbagai pekerjaan di atas kapal hingga akhirnya dipercaya menduduki jabatan sebagai mualim dua.
“Memang seharusnya dia langsung menjadi mualim, tetapi waktu itu saya ingin mendidik anak ini supaya bisa. Jangan hanya mengandalkan ijazah,” ucap Zulkarnain saat ditemui Tribunjatim.com di rumah duka pada Kamis (1/10/2026).
Ia belajar langsung dari pekerjaan di kapal, memahami tugas awak kapal, hingga akhirnya mampu meningkatkan jenjang kariernya.
Sebelum musibah KM Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9/2026), ia disebut telah mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil sertifikat ANT II.
“Sekolah lagi ANT II. Sudah terdaftar. Seharusnya dia melanjutkan, tetapi Allah menghendaki yang lain,” ujar Zulkarnain melanjutkan.
Kapal tersebut baru beroperasi beberapa bulan sebelum akhirnya mengalami musibah di perairan Laut Jawa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber