
Ratusan warga dan Aremania menggelar aksi diam di depan Balai Kota Malang, Kamis (1/10) sore untuk merawat ingatan publik tepat pada peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 135 orang pada 1 Oktober 2022 lalu.
Massa mulai memadati area Balai Kota Malang sejak pukul 16.20 WIB dalam aksi bersama yang diinisiasi oleh Kamisan Malang tersebut.
Mereka datang membawa dan membentangkan sejumlah poster sebagai pengingat atas salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia tersebut. Salah satu poster besar yang menonjol dalam barisan massa bertuliskan pesan “Don’t Stop Talking About Kanjuruhan.”
Di tengah jalannya aksi, ratusan peserta secara serentak melakukan aksi diam selama satu menit. Momen hening tersebut didedikasikan sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan nyawa para suporter yang hilang empat tahun silam.
“Kita di sini, sebagai kepanjangan tangan dari mereka yang telah dibunuh,” ujar salah satu koordinator lapangan aksi tersebut di hadapan massa.
Hingga pukul 16.31 WIB, elemen masyarakat terpantau masih terus berdatangan dan bergabung ke titik kumpul. Sementara itu, aparat gabungan dari TNI dan Polri tampak bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan aksi peringatan berjalan aman dan kondusif.
Diketahui, tragedi maut Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi usai peluit panjang pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dibunyikan, 1 Oktober 2022 silam.
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata di dalam stadion dan tribune penonton, setelah sebelumnya beberapa orang suporter merangsek masuk ke lapangan. Akibat kejadian itu, 135 orang dinyatakan tewas, sedangkan ratusan lainnya dilaporkan luka ringan hingga berat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber