
SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho
SURABAYA (Kabarjawatimur) — Meningkatnya kasus influenza di Surabaya, khususnya yang menyerang anak-anak, mulai menjadi perhatian serius. Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya,
SURABAYA (Kabarjawatimur) — Meningkatnya kasus influenza di Surabaya, khususnya yang menyerang anak-anak, mulai menjadi perhatian serius. Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak sekadar mengimbau masyarakat, tetapi memperkuat mitigasi di lingkungan sekolah.
Menurut Lilik, sekolah menjadi salah satu lokasi yang rawan mempercepat penularan karena anak-anak beraktivitas dan berkumpul dalam jumlah besar setiap hari.
“Segera mitigasi di sekolah-sekolah. Harus ada pemeriksaan, mungkin secara intensif utamanya di sekolah, karena sekolah itu tempat anak-anak berkumpul. Ketika satu terserang, hampir satu kelas bisa ikut terserang,” kata Lilik, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim.
Lilik menilai langkah deteksi dini penting dilakukan menyusul adanya laporan peningkatan kasus demam dan influenza di tengah perubahan cuaca. Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya memperkuat sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gejala dan langkah penanganannya.
“Yang pertama tentu sosialisasi tentang adanya kondisi ini, membangun kesadaran masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan. Kemudian pemeriksaan bagi yang merasa mengalami gejala,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala influenza agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber