
Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meminta paguyuban pedagang menurunkan pungutan pedagang yang berjualan setiap Car Free Day (CFD) dari Rp15 ribu-Rp20 ribu menjadi Rp5.000 setiap kali berjualan.
Bupati Sidoarjo Subandi, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, mengatakan penurunan pungutan diperlukan agar kegiatan CFD tetap menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mencari penghasilan.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” kata Subandi.
Ia menjelaskan, dari usulan pungutan sebesar Rp5.000 tersebut, sebesar Rp2.000 dialokasikan untuk paguyuban pedagang, sementara sisanya digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan CFD.
Subandi menegaskan CFD bukan ruang yang dibangun untuk kepentingan bisnis sehingga pungutan kepada pedagang harus proporsional dan tidak memberatkan pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono, menyebut jumlah pengunjung CFD dapat mencapai 18.030 orang setiap hari Minggu, dengan dukungan 44 personel kebersihan yang ditempatkan di 44 titik.
Arif menyatakan, tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan penanganan kebersihan menjadi cukup besar. Ia menyebut DLHK juga menyiapkan empat unit truk sampah setiap pelaksanaan CFD untuk mendukung kebersihan selama kegiatan.
“Pengelolaan CFD tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi pedagang melalui paguyuban dan masyarakat juga perlu mengambil bagian dalam menjaga kebersihan,” kata Arif.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber