
KabarBaik.co, Bojonegoro – Bengawan Solo mengalir membelah daratan Jawa, membawa kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang alirannya. Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu melintasi Jawa Tengah hingga Jawa Timur, termasuk Bojonegoro yang memiliki bentang aliran Bengawan Solo sekitar 100 kilometer.
Bagi warga Bojonegoro, Bengawan Solo bukan sekadar sungai. Airnya menjadi bagian dari kehidupan, mengairi lahan pertanian dan menjadi sumber penghidupan, sekaligus saksi perjalanan zaman.
Di balik aliran air yang tampak tenang, tersimpan cerita kelam yang masih hidup dalam ingatan sebagian warga. Salah satunya adalah kisah yang terjadi pada 1965, ketika pergolakan politik dan kekerasan pasca-Gerakan 30 September meninggalkan luka di berbagai daerah Indonesia.
Di Bojonegoro, salah satu ingatan itu tersimpan baik dalam benak seorang perempuan bernama Samijah. Warga biasa memanggilnya Mbah Jah. Ia lahir pada 1945 dan masih berusia sekitar 20 tahun ketika peristiwa berdarah tersebut terjadi.
Meskipun demikian, ingatan tentang masa itu memang lama terjadi. Namun, sejumlah peristiwa yang disaksikannya saat masih duduk di Sekolah Rakyat (SR), yang kini setara dengan sekolah dasar, masih melekat kuat. Salah satu yang paling membekas adalah pemandangan di sekitar Bengawan Solo.
Menurut kesaksian Mbah Jah, pada masa tersebut sungai menjadi tempat pembuangan jasad orang-orang yang dituduh berkaitan erat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat musim kemarau dan debit air Bengawan Solo menyusut, jasad-jasad disebut terlihat di sepanjang tepian sungai.
“Kejadian itu seperti saat ini. Pada musim kemarau saat itu air sungai sedang surut, banyak mayat yang tergeletak tak ada harganya,” cerita Mbah Jah, Kamis (1/10).
Bagi seorang anak yang seharusnya menjalani masa sekolah dan bermain, pemandangan jasad manusia justru menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Ia menggambarkan kondisi jasad yang dilihatnya saat itu dalam keadaan mengenaskan. Bahkan Sebagian, menurut penuturannya, tidak lagi dalam kondisi utuh.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber