:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Lembaga-Pemasyarakatan-Kelas-IIA-Kediri-kembali-menunjukkan-hasil-pembinaan-kemandirian.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Kegiatan pertanian menjadi salah satu cara bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, Jawa Timur, untuk mengembangkan keterampilan kerja.
Melalui budidaya ubi Cilembu, mereka tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi hingga menghasilkan komoditas pertanian.
Program tersebut dijalankan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lakuli. Dari kegiatan budidaya itu, sebanyak 120 kilogram ubi Cilembu berhasil dipanen pada akhir September 2026 lalu.
Panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Kediri. Warga binaan dilibatkan sejak proses penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, mengatakan pembinaan kemandirian tidak semata-mata diukur dari jumlah hasil produksi.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian terus berjalan dan memberikan hasil. Yang terpenting, Warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Gatot, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam aktivitas pertanian juga menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan kerja yang positif.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber