SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Persoalan data kesejahteraan masyarakat atau Desil kembali menjadi keluhan warga Surabaya. Dalam agenda reses Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Persoalan data kesejahteraan masyarakat atau Desil kembali menjadi keluhan warga Surabaya. Dalam agenda reses Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, di Balai RW 8 Ketintang, Jumat (2/10/2026) malam, persoalan ketidaksesuaian data Desil kembali mencuat.

Cahyo mengatakan, keluhan mengenai Desil hampir selalu muncul dalam agenda reses yang digelar di sejumlah wilayah Surabaya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap validitas data yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima berbagai program pemerintah.

Menurut legislator Fraksi PKS tersebut, validitas data Desil menjadi penting karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah. Di antaranya beasiswa, bantuan langsung tunai hingga bantuan pangan.

Cahyo menjelaskan, warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data Desil dapat menempuh mekanisme sanggah. Namun, proses tersebut harus dilakukan sesuai ketentuan dan melalui verifikasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Perlu disanggah bagi yang membutuhkan sanggahannya, tapi semua ini kita kembalikan sesuai dengan peraturannya,” jelasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan dalam proses tersebut. Menurutnya, persoalan data kesejahteraan tidak boleh dibiarkan karena dapat berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap bantuan maupun program pemerintah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *