RRI.CO.ID, Pamekasan – Realisasi pendaftaran Perlindungan Sosial Digital di Madura masih rendah. Hal itu disampaikan Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Jawa Timur Hanafi.

Setidaknya ada dua faktor yang membuat capaian pendaftaran Perlinsos Digital di Madura masih rendah.”Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang belum masif dan tingkat partisipasi masyarakat yang belum optimal,” katanya.

Karena itu, saat ini pemerintah bersama tim pendamping PKH mengintensifkan pendaftaran Perlinsos Digital di Madura dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.

“Portal itu menjadi pintu utama penyaluran bantuan sosial untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan PKH pada tahun 2027,” ujarnya, menambahkan.

Salah satu perubahan dalam sistem baru ini adalah penggunaan biometrik yang bersumber dari data kependudukan.

“Sehingga sistem yang menentukan seseorang layak atau tidak menerima bantuan sosial,” ucapnya, mengakhiri.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *