Surabaya (ANTARA) – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut ledakan di sebuah bangunan rumah toko (ruko) di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa pagi, diduga kuat akibat kebocoran gas.

“Saat ini, kami bersama tim Jibom (Penjinak Bom) sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, sampai saat ini tidak ditemukan kandungan atau bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas,” kata Kombes Pol Luthfie, di Surabaya, Selasa.

Ia menjelaskan, ledakan tersebut diketahui ketika koki sedang memasak dan sempat mencium bau gas dan seketika terjadi ledakan.

Dari pemeriksaan di TKP, pihaknya menemukan tiga tabung elpiji yang masing-masing berkapasitas 50 kilogram.

Kondisi ketiga tabung tersebut, lanjutnya, tidak meledak dan indikasi sementara sumber ledakan berasal dari kebocoran pada bagian pipa.

Saat ini, pihaknya masih mendalami apakah kebocoran gas berasal dari satu atau seluruh tabung tersebut, sementara ketiga tabung dipastikan sudah kosong karena gas di dalamnya telah keluar.

Akibat ledakan tersebut, kata Luthfie, lima orang yang terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan mengalami luka dan telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Haji.

Selain itu, ledakan tersebut juga menyebabkan sekitar 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan, dengan 15 di antaranya merupakan rumah yang berada di bagian belakang lokasi kejadian.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *